Jakarta – Federasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) yang diketuai Benny Pramula, saat melaksanakan kegiatan Buka puasa bersama antara almuni IMM (FOKAL IMM) dan IMM itu sendiri kegiatan tersebut bertemakan Diaspora Kader.
Benny pramula memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh atas langkah strategis Pemerintah Republik Indonesia yang berhasil masuk ke dalam jajaran Board of Peace (BOP).
Pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan diplomasi di atas kertas, melainkan manifestasi nyata dari amanat konstitusi Indonesia untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Poin-Poin Utama Tanggapan Benny Pramula:
Kepemimpinan Moral di Kancah Global:
“Masuknya Indonesia ke dalam Board of Peace membuktikan bahwa dunia internasional menaruh kepercayaan besar pada karakter diplomasi kita yang moderat, inklusif, dan selalu mengedepankan dialog (soft power). Ini adalah panggung bagi Indonesia untuk mewarnai arah perdamaian dunia.”ujarnya.
Representasi Suara Muslim Global dan Pemuda:
Sebagai tokoh senior di OIC Youth (Pemuda OKI), Benny menekankan bahwa posisi ini sangat strategis untuk menyuarakan isu-isu kemanusiaan di negara-negara berkembang dan dunia Islam.
“Indonesia bisa menjadi jembatan (bridge builder) bagi konflik-konflik berkepanjangan yang membutuhkan solusi berkeadilan, bukan sekadar gencatan senjata sementara.”tegasnya.
Relevansi bagi Generasi Muda:
Benny mendorong agar posisi di BOP ini juga melibatkan peran aktif pemuda.
“Perdamaian masa depan adalah milik generasi muda. Kami di OIC Youth Indonesia siap mengawal kebijakan pemerintah agar selaras dengan aspirasi pemuda dunia yang mendambakan dunia tanpa diskriminasi dan kekerasan.” ujarnya.
”Kehadiran Indonesia di Board of Peace adalah sinyal kuat bahwa kita tidak lagi hanya menjadi penonton dalam percaturan global, tetapi menjadi dirigen bagi terciptanya harmoni antar bangsa. FOKAL IMM dan elemen pemuda internasional mendukung penuh langkah ini demi tegaknya keadilan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia.” sambungnya.
Benny berharap pemerintah dapat memanfaatkan posisi ini untuk mengambil langkah konkret, terutama dalam penanganan krisis kemanusiaan di berbagai titik api dunia, serta memastikan bahwa suara Indonesia di BOP tetap independen dan berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri yang bebas aktif.
